Translate

Selasa, 01 November 2011

Aku bukan seorang penulis

Dalam kesendirian,
jiwaku terasa hampa. 
Denyut nadi berdetak pelan, 
dan aliran darah mulai tersendat.
Hatipun sudah mulai membeku,
diselimuti rasa rindu.
Entah kenapa ini terjadi...?
saat biduk mulai berlabuh,
mengarungi gelombang cinta.
menggapai ridhoMu
  Ya Robbi......

Ini hanyalah catatan kecil bukan puisi, aku tidak bisa membuat syair, karena aku bukanlah seorang penulis. Catatan ini kubuat dipenghujung malam, suasana hening dan dingin merasuki pori pori kulit.

Diatas sajadah
aku berdiri, merunduk, sujud,
dihadapanMu.
  Kulepaskan genggaman dunia,
hanya mengharap
kasih dan cinta-Mu
yang abadi.

Malam itu aku merasakan ada hal baru, yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Begitu dekat dengan Sang Pencipta. Aku bisa lepas berdialog denganNya, memohon ampunan atas semua dosa yang telah aku lakukan. 

Ya Robbi....
ampuni semua dosa yang telah hamba lakukan,
tak pernah mendengar seruan dan laranganMu,
hamba kotor berlumur dosa
bergumul dengan urusan dunia.
Ya Robbi...
tanpa ampunan dariMu
hamba akan menjadi manusia yang merugi.

Aku begitu leluasa menyampaikan semua permasalahan kehidupan yang sedang aku alami, 

Ya Allah
inilah jalan dariMu
yang harus hamba lalui
dengan kepasrahan kepadaMu.
Engkau tidak akan membebani hamba
dengan beban yang tidak mungkin 
hamba sanggup memikulnya
hamba yakin suatu saat
raih kebahagiaan
dariMu

Selama ini aku sering mengeluh dengan keadaanku, permasalahan ekonomi sering menghantui pikiran, permasalahan aqidah yang terus menggerogoti hati, semuanya menjadi beban dalam jiwa. Salah langkah sering aku jalani, sampai ahirnya aku menemukan suatu titik jenuh yang sangat kuat dalam diri.
Malam itu benar benar malam yang sangat aku rindukan. Aku ingin bertemu setiap malam, dalam dekapanMu ya Allah......

Ya Allah
dekaplah hamba
jangan pernah Kau lepaskan lagi
biarlah hati hamba 
selalu tertaut dengan hatiMu
aku rindu
belaian dan kasih sayang Mu
yang kunantikan setiap saat
  lindungi hamba dan keluarga hamba
dengan pagar keimanan
bimbing hamba
selalu dijalanMu.

Sebetulnya aku ingin menulis peristiwa ini dengan tulisan yang baik dan enak dibaca, sekali lagi karena aku bukan seorang penulis, ahirnya hanya sebuah catatan kecil ini yang tertuang.
Ada hikmah yang tergali, betapa nikmat bisa bertemu dengan Allah saat kita hanya berdua, saat gelap menyelimuti, dan dingin merasuk, apalagi saat orang orang lebih asyik terlelap dengan mimpinya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar