Hari ini aku merasa bahagia bercampur haru. Setelah beberapa tahun tidak bertemu, ahirnya aku bisa disampingmu, walau berada tepat didepanku, namun engkau sangat jauh dan tak mungkin aku bisa memeluk dan mencium tanganmu. Hanya dengan keimananlah suatu saat aku bisa bertemu kembali denganmu.
Aku terduduk didepan pusaramu, kuusap batu nisanmu, kuberseihkan dari daun dan ranting. Tidak terasa air mata mengalir membasahi kedua pipi. Ibu...hanya do'a yang bisa kusampaikan, semoga Allah mengampuni semua dosa dan kesalahanmu, menerima semua kebajikanmu dan menempatkanmu ditempat yang mulia disisi Allah ( syurga ), aamiin. Maafkan anakmu ini yang belum bisa memberikan secuil kebahagiaan selama engkau masih hidup.
Terasa berat untuk meninggalkan pusara ibu, ingin rasanya selalu berada disampingnya, namun aku syadar hal itu tidak mungkin aku lakukan. Ada harapan besar yang bisa aku lakukan saat ini dan seterusnya, berusaha membekali diri dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT, agar aku bisa menjadi orang yang soleh. Bukankah do'a anak yang soleh, salah satu bekal oprang tua di alam keabadian nanti ?. Semoga do'a kami semua anak anakmu diterima oleh Allah sebagai do'anya anak anak yang soleh, aamiin.
Semasa hidup, aku mengenalmu sebagai ibu yang pendiam,tidak pernah marah sekalipun walau aku berbuat nakal. Rasa sayangmu tidak akan pernah bisa terbalaskan olehku. Ketika aku sekolah di jogja, do'amu tak pernah berhenti untuk mendo'akanku agar berhasil. Aku teringat saat liburan, pulang ke karawang, engkau selalu menyiapkan makanan kesukaanku, ikan asin sama sambal goreng terasi. Banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan dari sosok seorang ibu yang penuh kesabaran dan ketabahan. Kenangan itu telah terbingkai dalam hati sanubari yang paling dalam.
Saat saat terahir engkau berada di rumah sakit, alhamdulillah aku dan saudara saudaraku hadir disampingmu, melihat dan menyaksikan bagaimana engkau dengan tenang menghadap Illahi. Innalillahi wa innailaihi roji'un, hanya itulah ucapan kami untuk mengiringi langkahmu menuju peristirahatanmu terahir.
Kita semua milik Allah, dan akan kembali kepadaNya. Semoga engkau beristirahat dengan tenang diiringi do'a dari kami semua.

Aku terduduk didepan pusaramu, kuusap batu nisanmu, kuberseihkan dari daun dan ranting. Tidak terasa air mata mengalir membasahi kedua pipi. Ibu...hanya do'a yang bisa kusampaikan, semoga Allah mengampuni semua dosa dan kesalahanmu, menerima semua kebajikanmu dan menempatkanmu ditempat yang mulia disisi Allah ( syurga ), aamiin. Maafkan anakmu ini yang belum bisa memberikan secuil kebahagiaan selama engkau masih hidup.
Terasa berat untuk meninggalkan pusara ibu, ingin rasanya selalu berada disampingnya, namun aku syadar hal itu tidak mungkin aku lakukan. Ada harapan besar yang bisa aku lakukan saat ini dan seterusnya, berusaha membekali diri dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT, agar aku bisa menjadi orang yang soleh. Bukankah do'a anak yang soleh, salah satu bekal oprang tua di alam keabadian nanti ?. Semoga do'a kami semua anak anakmu diterima oleh Allah sebagai do'anya anak anak yang soleh, aamiin.
Semasa hidup, aku mengenalmu sebagai ibu yang pendiam,tidak pernah marah sekalipun walau aku berbuat nakal. Rasa sayangmu tidak akan pernah bisa terbalaskan olehku. Ketika aku sekolah di jogja, do'amu tak pernah berhenti untuk mendo'akanku agar berhasil. Aku teringat saat liburan, pulang ke karawang, engkau selalu menyiapkan makanan kesukaanku, ikan asin sama sambal goreng terasi. Banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan dari sosok seorang ibu yang penuh kesabaran dan ketabahan. Kenangan itu telah terbingkai dalam hati sanubari yang paling dalam.
Saat saat terahir engkau berada di rumah sakit, alhamdulillah aku dan saudara saudaraku hadir disampingmu, melihat dan menyaksikan bagaimana engkau dengan tenang menghadap Illahi. Innalillahi wa innailaihi roji'un, hanya itulah ucapan kami untuk mengiringi langkahmu menuju peristirahatanmu terahir.
Kita semua milik Allah, dan akan kembali kepadaNya. Semoga engkau beristirahat dengan tenang diiringi do'a dari kami semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar