Translate

Rabu, 16 November 2011

SAAT SAAT DI KAMPUS.

Aku menerima secarik kertas dari seseorang yang aku sendiri tidak tahu siapa dia. kubuka lalu kubaca berulang ulang, " kak, bukankah Rasulullah mengajarkan kita untuk berdakwah dengan cara yang baik dan lemah lembut, bukan dengan bentakan apalagi kekerasan ?". Kupejamkan mata, tak terasa batinku menangis, kenapa ini bisa terjadi ?.

Terlintas dibenaku, kejadian itu, acara PKMB di kampus STIE Kerjasama Yogyakarta tempat aku menimba ilmu, tahunnya aku lupa. Saat itu, aku bersama teman teman LKI Jama'ah Muslim STIEKER,yang tergabung dalam Kerohanian islam Panitia PKMB akan mengadakan kajian untuk pengkaderan. " Cepat...cepat...cepat, kenapa kalian lelet, ayo cepat acaranya mau dimulai...!", bentakan dan teriakan Sie Mentalitas bagai petir menyambar para MABAIS ( Mahasiswa Baru Islam )untuk segera masuk ke ruangan kerohanian Islam. Suasana sangat riuh dan gaduh, akibat teriakan dan kepanikan para Mabais. Setelah acara selesai, secarik kertas itulah yang kuterima dari seorang mahasiswi.

Tulisan itu masih membekas disanubariku, menjadi cambuk untuk terus belajar mencontoh panutan kita Rasulullah dalam menyampaikan syiar Islam. Buat ukhti yang dulu memberikan secarik kertas itu, jazakumullah khoeron katsiron, teruslah menyebarkan amar ma'ruf nahi munkar. Untuk sahabat sahabatku yang dulu pernah aktif dikampus dan masih aktif berdakwah, semoga Allah mempererat tali ukuwah diantara kita, jalan terjal masih panjang................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar